Tugas Program Managemen, Asesmen, Prinsip-Prinsip Asesmen, Pengembangan Program Layanan

Tugas Program Manajemen


  • Pengelolaan pengungkapan dan pemahaman masalah.
  • Pengembangan program layanan
  • Konferensi kasus.
  • Perencann layanan.
  • Koordinasi.
  • Supervisi.


Pengelolaan Pengungkapan dan pemahaman masalah

  • Persiapan pengungkapan dan pemahaman masalah
  • Kegiatan pengumpulan data dan informasi
  • Analisis data 
  • Penentuan fokus masalah


Asesmen

  • Pengungkapan dan pemahaman masalah (asesmen) merupakan kegiatan mengumpulkan, menganalisis, dan merumuskan masalah, kebutuhan, potensi dan sumber yang meliputi aspek biologis, fisik, psikis, sosial,  spiritual dan budaya.


Tujuan Asesmen


  • Terungkapnya keterkaitan berbagai aspek yang menyebabkan klien bermasalah.
  • Dipahaminya masalah, kebutuhan, potensi, dan sumber
  • Dipahaminya kesiapan klien dalam melakukan perubahan, risiko, dan kesempatan melakukan Rehabilitasi Sosial.


Siapa yang melakukan asesmen


  • Pekerja Sosial Profesional; dan/atau 
  • Tenaga Kesejahteraan Sosial yang  terlatih sesuai dengan isu masalahnya. 
  • Tugas dari para petugas asemen ini adalah melakukan analisis biopsikososial dan spiritual serta memberikan rekomendasi rencana Rehabilitasi Sosial.

Prinsip-Prinsip  Asesmen

  • Membantu klien untuk dapat memahami masalah dan menentukan pemecahan masalahnya sendiri (self determination) 
  • Melibatkan klien dalam proses asesmen (participative) 
  • Menjaga kerahasiaan klien (confidentiality) 
  • Menghargai klien dengan segala keunikannya (individualization) 
  • Menerima klien apa adanya (acceptance)
  • Memperhatikan aspek bio-psikososial-spiritual dan budaya secara komprehensif (comprehensive)
  • Dilakukan berulangkali dan berkesinambungan (sustainable) 


    Ruang lingkup asesmen

    • Komponen yang dinilai dalam asesmen meliputi: 
    • Penilaian utama (bio-psikososial-spiritual) yang meliputi: 
    • Deskripsi diri 
    • Riwayat keluarga 
    • Riwayat pekerjaan 
    • Riwayat penyalahgunaan Napza
    • Riwayat Medik 
    • Riwayat psikiatris 
    • Riwayat sosial 
    • Riwayat berhadapan dengan hukum 
    • Kesediaan berubah

    TUGAS DAN FUNGSI PM DALAM IDENTIFIKASI MASALAH


    Mengatur keseluruhan kegiatan asesmen yang dilakukan oleh pekerja sosial ataupun konselor di lapangan. 

    Tugas seorang manager program dalam tahapan asesmen, yaitu; 
    • Menentukan hasil yang akan dicapai dalam kegiatan keseluruhan kegiatan asesmen 
    • Memimpin segala aktivitas kegiatan asesmen yang dilakukan oleh pekerja sosial atau konselor 
    • Mengamankan hasil kegiatan asesmen agar sesuai dengan tujuan atau standar yang telah ditentukan.
    Kegiatan yang dilakukan oleh seorang manager program di dalam setiap langkah kegiatan asesmen:

    - Persiapan pengungkapan dan pemahaman masalah 
    • Mempersiapkan instrumen asesmen 
    • Mempersiapkan segala dokumen yang dibutuhkan 
    • Menentukan petugas yang akan melakukan asesmen
    • Menentukan tujuan/ hasil yang akan dicapai dalam kegiatan asesmen dan mengkoordinasikannya dengan petugas asesmen terkait 
    • Membuat daftar pihak-pihak yang perlu diundang 
    Kegiatan pengumpulan data dan informasi 
    • Memastikan segala kegiatan asesmen yang dilakukan oleh peksos/konselor berjalan sesuai baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
    Analisis data
    • Mengadakan pertemuan dengan konselor/pekerja sosial dan menentukan hasil analisis data asesmen yang telah ditentukan 
    • Mengumpulkan semua data-data hasil asesmen 
    • Bersama-sama dengan pekerja sosial/konselor Menganalisa data hasil asesmen berdasarkan indikator rehabilitasi sosial (indikator masukan dan indikator proses). Menentukan intervensi yang akan dilakukan terhadap klien
    Penetuan fokus masalah 
    • Menentukan fokus dan skala prioritas masalah yang menjadi penyebab utama si klien menggunakan zat psikoaktif disesuaikan dengan pedoman metode yang diterapkan institusi 
    • Menentukan langkah-langkah terapi (contoh, lebih butuh vokasional atau spiritual )
    Pengembangan Program Layanan

    Pengembangan Program di dalam panti (institusi based)
    • Pengembangan Program Berbasis Masyarakat
    • Family Support Group
    • Penjangkauan
    • Multi layanan
    • Vocational
    Pelayanan berbasis institusi
    Secara konseptual melalui pendekatan pekerjaan sosial, tahapan pelayanan pekerjaan sosial pada umumnya dilakukan dengan melalui tahapan berikut:
    • Intake Proses
    • Kontrak
    • Assesment 
    • Rencana Intervensi
    • Intervensi
    • Rujukan 
    • Bimbingan Lanjut
    • Terminasi 
    Pelayanan berbasis masyarakat
    • Ada beberapa program pelayanan yang dilakukan oleh lembaga berbasis masyakat, namun programnya sangat bervariasi dan tergantung pada lembaga masing-masing. Pada umumnya program yang dilakukan oleh pelayanan berbasis masyarakat (community based) adalah
    1. Yang dilakukan lembaga :
    • penjangkauan.
    • Pelayanan di masyarakat,
    • Pelayanan untuk klien.
    2. Yang dilakukan  oleh masyarakat
    • Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) 
    • Tim Pencegahan Penanggulangan
    • Forum perlindungan dan advokasi 
    • Lembaga Informasi Konsultasi (LIK)
    Multi layanan
    Satu lembaga pelayanan, memungkinkan untuk diberikan multi layanan. misalnya
    • Rehabilitasi sosial bagi wanita 
    • Rehabilitasi sosial bagi remaja di bawah umur 
    • Korban Penyalahgunaan Napza dengan masalah infeksi menular (hepatitis, TBC, IMS, HIV dan AIDS)
    Family Support Group 

    Bagaimana membangun FSG 
    • Siapa saja bisa memulai membentuk kelompok sokong bantu.
    • Tempat pertemuan bisa dilakukan dimana saja ( Sekolah, Tempat Ibadah, Tempat Rehab, Rumah Sakit, Rumah, dll ).
    • Cari donatur yang mau meminjamkan tempat untuk menekan biaya pertemuan.
    • Biaya bisa dimulai dengan menyediakan kotak sumbangan sukarela.
    • Memilih pengurus > Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
    • Menyamakan pandangan pentingnya FSG.
    • Membuat jadwal pertemuan, agenda pertemuan, biaya konsumsi, nara sumber pembicara (Konselor,Dokter,Psikolog,dll).
    • Minta bantuan tempat Rehab untuk mendapatkan alamat orangtua korban.
    Membina Jaringan FSG 
    • Ciptakan “a good meeting”
    • Mematuhi etika kelompok.
    • Berani jujur menceritakan pengalaman kita untuk mendapat harapan dan kekuatan. 
    • Saling memberi semangat untuk terus hadir disetiap pertemuan.
    • Menjaga kerahasiaan setiap anggota.
    • Pilih topik menarik yg berkait dengan “theme of the day”
    • Interaksi yang dinamis.
    • Keterikatan emosional sehat. (Empati)
    • Lakukan outdoor activities.
    • Membuat “news letter” secara berkala.
    Family Suport Group

    Tujuan :
    • Tempat berbagi pengalaman, memperluas pengetahuan dan ilmu 
    • Meningkatkan kegiatan FSG secara Nasional 
    • Menambah pemahaman FSG adalah penunjang keberhasilan program rehabilitasi.
    • Menyediakan forum komunikasi untuk sesama anggota FSG.
    • Menyediakan kesempatan pelatihan FSG untuk tenaga sukarela.
    • Menganjurkan pemerintah untuk ikut mensupport pentingnya FSG.
    • Menggalang dana untuk menunjang aktivitas .
    Membina jejaring FSG dalam dan luar negeri.

    AFTER CARE

    Metode program meliputi: 
    • Self help group (kelompok bantu diri) 
    • Bimbingan dinamika kelompok, mengikuti forum-forum pertemuan/silaturahim, retret, outbound, rekreasi dan jenis lainnya 
    • Membangun jejaring dengan lembaga-lembaga sosial seperti lembaga pendidikan, kepemudaan, keagamaan
    Keterampilan spiritual 
    • Bentuk kegiatannya antara lain: mengikuti kegiatan peribadatan atau aktif di tempat-tempat peribadatan, masjid, gereja, pura dan lainnya. Metode layanan melalui konsultasi keagamaan, psikoterapi agama. 
    • Keterampilan Vokasional atau kerja

    Readmore → Tugas Program Managemen, Asesmen, Prinsip-Prinsip Asesmen, Pengembangan Program Layanan

    Tweak Windows 7, Mengatur Banyaknya Recent Items, Menyesuaikan Places Bar, Mengunci Konfirmasi Hapus

    TWEAK WINDOWS 7
    Pada Windows 7, Anda dapat melakukan beberapa hal yang sangat menakjubkan dengan menggunakan Local Group Policy Editor.
    Walaupun Windows 7 sudah baik, tapi bchnnlah sempurna. Selain tweak dengan menggunakan Local Group Policy Editor, kita juga akan melihat bagaimana men-tweak Windows 7 dari desktop. Sebagaimana tool powerful Windows lainnya, Local Group Policy Editor juga tersembunyi. Sehingga tidak mengherankan jika Microsoft menguburkannya jauh di dalam karena jika di tangan yang salah maka Local Group Policy Editor dapat menyebabkan malapetaka pada sistem. Local Group Policy Editor bisa diibaratkan sebagai kotak Pandora elektronik, yang jika dibuka oleh tangan yang ceroboh atau tidak berpengalaman, akan mengeluarkan semua jenis malapetaka atas dunia Windows.

    Namun, tentu saja semua malapetaka tersebut tidak terjadi pada diri Anda, pembaca yang budiman, karena Anda bijaksana dan hati-hati terhadap semua tool powerful Windows. Ini berarti Anda akan menggunakan Local Group Policy Editor secara aman, bijaksana, dan akan membuat sistem restore point jika berencana untuk membuat perubahan besar.

    Pada dasarnya, group policies adalah setting yang mengendalikan bagaimana Windows bekerja. Anda dapat menggunakannya untuk menyesuaikan antarmuka Windows 7, membatasi akses ke daerah-daerah tertentu, menentukan setting sekuriti, dan banyak lagi. Anda bisa membuat perubahan ke group policies dengan menggunakan Local Group Policy Editor, Microsoft Management Console snap-in (perlu dicatat di sini bahwa Local Group Policy Editor tidak tersedia pada Windows 7 Home dan Windows 7 Home Premium. Jadi, kita juga akan melihat bagaimana melakukan tweak yang sama dari registry).

    Untuk menjalankan Local Group Policy Editor, klik Start, ketik gpedit. msc, dan kemudian tekan [Enter]. Pada gambar, Anda bisa melihat jendela Local Group Policy Editor. Kata Local itu sendiri mengacu pada kenyataan bahwa Anda mengedit group policies untuk komputer sendiri, bukan untuk komputer lain.


    Mengatur Banyaknya Recent Items

    Untuk mengatur banyaknya Recent Hems menu Start, pada Local Group Policy Editor, buka branch User Configuration, Administrative Templates, Windows Components, Windows Explorer. Klik ganda policy Maximum Number of Recent Documents. Klik Enabled. Gunakan kotak spin Maximum number of recent documents untuk menentukan jumlah dokumen yang ingin ditampilkan oleh Windows 7. Untuk melakukannya dari registry, jalankan Registry Editor, dan buka key HKCU\Software\Microsoft\Windows\ CurrentVersion\Poticie$\Explorer. Buat DWORD Value bernama MaxRecent-Docs dan beri nilat sesuai dengan jumlah dokumen yang ingin Anda tampilkan.

    Menyesuaikan Places Bar

    Sisi kiri kotak dialog Save As dan Open pada Windows 7, menampilkan icon ke beberapa lokasi umum: Recent Places, Desktop, Libraries, Computer, dan Network. Tempat icon-icon tersebut berada disebut Places Bar. Jika Anda memiliki dua atau lebih folder yang Anda gunakan secara rutin (misalnya, Anda mungkin memiliki beberapa folder untuk berbagai proyek), beralih antara mereka bisa merepotkan. Untuk membuat tugas ini lebih mudah, Anda dapat menyesuaikan Places Bar supaya menampilkan icon ke masing-masing folder. Dengan cara ini, di mana pun Anda membuka kotak dialog Save As atau Open, Anda dapat beralih ke salah satu folder dengan satu klik mouse.

    Cara paling mudah untuk melakukannya adalah melalui Local Group Policy Editor. Pada Local Group Policy Editor, buka branch User Configuration, Administrative Templates, Windows Components, Windows Explorer, Common Open File Dialog. Klik ganda policy Items displayed in Places Bar. Klik Enabled. Gunakan boks teks Item 1 sampai Item 5 untuk memasukkan path ke folder yang ingin Anda tampilkan, bisa folder lokal atau folder jaringan. Klik OK untuk memberlakukan policy.

    Untuk melakukan tweak yang sama dengan Registry Editor, buka key HKCU\Software\Microsoft\Windows\ CurrentVersionXPolicies\. Pilih Edit, New, Key, ketik comdlg32, dan tekan [Enter]. Pilih Edit, New, Key, ketik Placesbar, dan tekan [Enter]. Pilih Edit, New, String Value, ketik PlaceO, dan tekan [Enter]. Tekan [Enter] untuk memasukkan setting baru, ketik path folder, dan kemudian klik OK. Ulangi langkah sebelumnya untuk memasukkan folder lain (beri nama Placet sampai Place4).

    Mengunci Konfirmasi Hapus

    Ketika Anda menghapus file atau folder, sistem akan meminta Anda untuk mengonfirmasi penghapusan. Jika hal ini dianggap mengganggu, Anda dapat mematikannya dengan mengklik kanan icon desktop Recycle Bin, klik Properties, dan kemudian hilangkan tanda centang pada boks Display delete confirmation dialog.

    Sekarang, mari kita lihat dari sudut pandang sebaliknya. Alasan Windows menampilkan kotak dialog konfirmasi hapus adalah untuk mencegah Anda menghapus file secara tidak sengaja. Kita mungkin termasuk user cerdas, berpengetahuan, jadi kita tahu kapan ingin menghapus sesuatu, tapi tidak semua orang seperti kita. Jika Anda mempunyai anak kecil atau orang tua, Anda tahu bahwa kotak dialog konfirmasi hapus tersebut merupakan perlindungan yang sangat baik bagi mereka dan user Lainnya yang tidak berpengalaman.

    Dari kasus tersebut, Anda mungkin bertanya-tanya apakah ada cara untuk memastikan bahwa user pemula tidak dapat menonaktifkan kotak dialog konfirmasi hapus. Jawabannya, ada.

    Bahkan ada dua cara, yaitu nonaktifkan Display delete confirmation dialog pada lembar properties Recycle Bin, dan non-aktifkan perintah Properties Recycle Bin sehingga user tidak dapat menampilkan lembar properties Recycle Bin. Pada Local Group Policy Editor, buka branch User Configuration, Administrative Templates.

    Jika Anda ingin menonaktifkan Display delete confirmation dialog, buka branch Windows Components, dan kemudian klik Windows Explorer. Klik ganda policy bernama Display confirmation dialog when deleting files (jika Anda tidak memiliki akses ke Local Group Policy Editor, buka Registry Editor dan buat DWORD Value bernama ConfirmPileDelete dengan nilai 1 pada key HKCU\Software\Microsoft\Windows\ CurrentVer$ion\PoliciesXExplorer).

    Jika Anda ingin menonaktifkan perintah Properties Recycle Bin, buka branch Desktop, dan kemudian klik ganda policy Remove Properties from the Recycle Bin context menu (jika Anda tidak memiliki akses ke Group Policy Editor, buka Registry Editor, dan buat DWORD Value bernama NoProper-tiesRecycleBin dengan nilai 1 pada key HKCU\Software\Microsoft\Windows\ CurrentVersion\PoliciesXExplorer). Klik Enabled. Klik OK untuk memberlakukan policy.

    Menonaktifkan Notification Area

    Jika tidak menggunakan notification area, Anda bisa menonaktifkan sepenuhnya dengan melakukan langkah-langkah berikut: pada Local Group Policy Editor, buka branch User Configuration, Ad-ministrative Templates, Start Menu and Taskbar. Klik ganda policy Hide the no-tification area, klik Enabled, dan kemudian klik OK. Klik ganda policy Remove Clock from the system notification area, klik Enabled, dan kemudian klik OK. Keluarlah dan masuk kembali ke Windows untuk memberlakukan policy.

    Jika Anda lebih suka (atau perlu) mengubah policy melalui registry, jalankan Registry Editor, lalu buka key HKCU^oftware\Microsoft\Windows\ CurrentVersion\Policies\Explorer. Buat DWORD Value bernama NoTray-ItemsDisplay dan beri nilai 1. Buat lagi DWORD Value bernama HideClock dan beri nilai 1. Keluarlah dan masuk lagi ke Windqws untuk memberlakukan policy.

    MenyembunyIkan Icon pada Control Panel

    Anda bisa menyembunyikan icon Control Panel yang tidak pernah digunakan atau yang tidak berlaku pada sistem Anda. Pada Local Group Policy Editor, buka branch User Configuration, Adminstrative Templates, Control Panel. Klik ganda policy Hide specified Control Panel items. Klik Enabled. Klik Show untuk menampilkan kotak dialog Show Contents. Ketik nama icon Control Panel yang ingin Anda sembunyikan, dan tekan [Enter]. Klik OK untuk kembali ke kotak dialog Hide specified Control Panel items. Klik OK. Windows akan segera memberlakukan policy.

    Untuk melakukan tweak yang sama dari registry, jalankan Registry Editor dan buka key HKCU\$oftware\Microsoft\Windows\Current Version\Policies\ Explorer. Buat DWORD Value bernama DisallowCpl dan beri nilai 1. Buat juga key baru bernama DisallowCpl, dan di dalam key tersebut buat String Value untuk setiap icon Control Panel yang ingin Anda sembunyikan. Buat pengaturan nama 1, 2, 3, dan seterusnya, dan set nilai untuk masing-masing icon Control Panel yang ingin Anda nonaktifkan.

    Menampilkan Icon Control Panel Tertentu

    Menonaktifkan beberapa icon Control Panel berguna karena bisa mengurangi kepadatan pada Control Panel. Namun, bagaimana jika Anda ingin mengeset komputer buat user pemula, dan Anda mau user tersebut hanya mengakses beberapa icon yang relatif tidak berbahaya, seperti Personalization dan Getting Started misalnya? Dalam hal ini, terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan jika Anda harus menonaktifkan sebagian besar icon satu per satu.

    Cara yang lebih mudah adalah dengan menampilkan icon Control Panel tertentu saja. Caranya adalah: pada Local Group Policy Editor, buka branch User Configuration, Administrative Templates, Control Panel. Klik ganda policy Show only specified Control Panel items. Klik Enabled. Klik Show untuk membuka kotak dialog Show Contents. Ketik nama icon Control Panel yang ingin Anda tampilkan dan tekan [Enter]. Klik OK untuk kembali ke kotak dialog Show only specified Control Panel items. Klik OK. Windows akan memberlakukan policy.

    Untuk melakukan tweak yang sama melalui registry, jalankan Registry Editor dan buka key HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer. Buat DWORD Value bernama RestrictCpl dan beri nilai 1. Buat juga key baru bernama RestrictCpl, dan di dalam key tersebut buat String Value baru untuk setiap icon Control Panel yang ingin Anda tampilkan. Buat pengaturan nama 1, 2, 3, dan seterusnya, dan set nilai untuk masing-masing icon Control Panel yang ingin Anda tampilkan.

    Melindungi Registry dari Orang yang Tidak Berkepentingan

    Apakah Anda berbagi komputer dengan orang lain? Jika ya, Anda tentu tidak ingin mereka memiliki akses ke registry. Pada Windows 7, User Account Control secara otomatis memblok Standard users kecuali mereka tahu password administrator. Anda bisa mencegah user lain menggunakan Registry Editor dengan mengeset group policy.

    Pada Local Group Policy Editor, buka branch User Configuration, Adminis-trative Templates, System. Klik ganda policy Prevent access to registry editing tools. Klik Enabled. Pada daftar Disable regedit from running silently?, klik Yes. Klik OK.

    Setelah menetapkan policy, Anda juga tidak akan dapat menggunakan Registry Editor. Namun, Anda dapat mengatasinya dengan menonaktifkan policy sementara, sebelum menjalankan Registry Editor. Anda memang dapat juga melakukan tweak ini pada Windows 7 Home dan Home Premium dengan menggunakan Registry Editor, tapi Anda tidak akan bisa membalikkannya karena Registry Editor akan dinonaktifkan!

    Menonaktifkan Tab Security dan Privacy Internet Explorer

    Jika Anda ingin mencegah user pemula supaya tidak bermain-main di tab Security dan Privacy Internet Explorer, Anda bisa menyembunyikannya. Pada Local Group Policy Editor, buka branch User Configuration, Administrative Templates, Windows Components, Internet Explorer, Internet Control Panel.

    Klik ganda policy Disable the Privacy page. Klik Enabled dan kemudian klik OK. Klik ganda policy Disable the Security page. Klik Enabled dan kemudian klik OK. Anda juga bisa mengeset policy untuk setiap zone dari sub-branch Security Page.
    Untuk mengonfigurasi policy dengan Registry Editor, buka key HKCU\Soft-ware\Policies\Microsoft\Internet Explorer\Control Panel. Buat DWORD Value bernama PrivacyTab dan beri nilai 1; buat lagi DWORD Value bernama SecurityTab dan beri nilai 1.

    Menyesuaikan Jendela Windows Security

    Ketika menekan [Ctrl]+[Alt]+[Delete] saat masuk ke Windows 7, Anda akan melihat jendela Windows Security yang berisi tombol berikut: Lock this computer, Switch User, Log off, Change a password, dan Start Task Manager. Kelima tombol tersebut, kecuali Switch User, dapat disesuaikan dengan group policies. Jadi, jika Anda tidak pernah menggunakan satu atau beberapa dari mereka, atau (mungkin) ingin mencegah user supaya tidak bisa mengakses satu atau beberapa tombol, Anda dapat menggunakan group policies untuk menghapus mereka dari jendela Windows Security.

    Pada Local Group Policy Editor, buka branch User Configuration, Administrative Templates, System, Ctrl+Alt+Del Options. Klik ganda salah satu policy berikut: Remove Change Password (Anda bisa menggunakan policy ini untuk menonaktifkan tombol Change a password), Remove Lock Computer (Anda bisa menggunakan policy ini untuk menonaktifkan tombol Lock this computer), Remove Task Manager (Anda bisa menggunakan policy ini untuk menonaktifkan Start Task Manager), atau Remove Logoff (Anda bisa menggunakan policy ini untuk menonaktifkan tombol Log off). Pada kotak dialog policy yang bersangkutan, klik Enabled, dan kemudian klik OK. Ulangi langkah sebelumnya untuk menonaktifkan semua tombol yang tidak Anda butuhkan.

    Untuk melakukan tweak yang sama dari registry, jalankan Registry Editor dan buka key HKCU£oftware\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\ System. Ubah nilai satu atau beberapa setting berikut ke 1: DisableChangePassword, DisableLockWorkstation, DisableTaskM.gr. Untuk menghilangkan tombol Log Off, buka key HKCU\ Software\Microsoft\Windows\Current-VersionXPoliciesXExplorer. Ubah nilai NoLogoffke 1.

    Mengaktifkan Shutdown Event Tracker

    Pada waktu Anda memilih Start, Shut Down, Windows 7 langsung memproses shutdown, tanpa ada masukan lagi dari Anda (kecuali jika ada program yang berjalan dengan dokumen yang perubahannya yang belum disimpan). Ini memang sudah bagus, tapi Anda mungkin ingin memantau mengapa Anda mematikan atau restart Windows 7, atau mengapa sistem itu sendiri memu-lai suatu shutdown atau restart.
    Untuk melakukan itu, Anda dapat mengaktifkan fitur yang disebut Shutdown Event Tracker. Dengan fitur ini, Anda dapat mendokumentasikan proses shutdown dan melihat apakah itu direncanakan atau tidak, memilih alasan untuk shutdown, dan menambahkan komentar yang menjelaskan shutdown
    Pada Local Group Policy Editor, buka branch Computer Configuration, Administrative Templates, System. Klik ganda policy Display Shutdown Event Tracker. Klik Enabled.

    Pada daftar Shutdown Event Tracker should be displayed, pilih Always. Klik OK. Pada waktu memilih Start, Shutdown, Anda akan melihat kotak dialog Shut Down Windows seperti yang tam-pak pada gambar. Untuk mengaktifkan Shutdown Event Tracker dari registry, jalankan Registry Editor dan buka key HKLM\Software\Policies\Microsoft\ Windows NT\Reliability. Ubah nilai ShutdownReasonOn dan Shutdown-ReasonUI ke 1.

    Mengembalikan Quick Launch

    Anda mungkin sangat suka taskbar Windows 7, tapi ada sesuatu yang hilang. Ya, Anda memang sekarang dapat memprogram ke menu Start, tapi Anda juga suka Quick Launch bar, di mana Anda bisa menaruh icon program yang kadang Anda gunakan tapi cukup sering, dan Anda tidak mau harus membuka menu Start untuk menjalankan mereka.

    Quick Launch dihilangkan pada Windows 7, tapi ada suatu cara untuk mengembalikannya. Klik di tempat kosong pada taskbar dan kemudian pilih Toolbars, New Toolbar. Pada field Folder, ketik %userprofile%\AppData\ Roaming\Microsoft\Jnternet Explorer\ Quick Launch. Klik Select Folder.
    Sekarang, Anda punya toolbar Quick Launch pada taskbar.
    Anda dapat menarik program ke dalamnya seperti yang Anda lakukan pada Vista.

    Mengembalikan Tampilan Taskbar a la Vista

    Meskipun kita suka taskbar baru, kita tahu beberapa orang tidak. Mereka lebih memilih tampilan ala Vista/XP karena menggunakan ruang tampilan yang lebih kecii. Jika Anda termasuk kelompok tersebut, tidak sulit untuk mengubah taskbar sehingga serupa dengan tampilan lama. Klik kanan Start dan pilih Properties. Klik tab Taskbar. Beri tanda centang Use small icons dan klik Apply.
    Jika Anda tidak menyukai cara Windows 7 memadukan icon untuk semua instance aplikasi, Anda dapat mengubahnya juga. Pada tab yang sama, klik panah bawah pada boks Taskbar button dan pilih Combine when taskbar is full. Dari kotak dialog ini, Anda juga bisa mengatur posisi taskbar (bawah, atas, kiri, atau kanan), mengatur icon yang ditampilkan pada notification area [system tray), mengaktifkan/menonaktifkan desktop preview.

    Mematikan Aero Snap

    Salah satu fitur baru pada Windows 7 adalah Aero Snap, yang menyebabkan jendela aplikasi secara otomatis diset ke tempat yang telah ditentukan, saat Anda memindahkan mereka ke tepi layar. Tarik jendela ke kanan, dan ukuranya otomatis akan diset persis setengah layar. Tarik ke sudut atas dan jendela akan dimaksimalkan satu layar. Ini memang berguna, tapi juga dapat mengganggu jika Anda lebih suka jendela sesuai dengan ukuran yang Anda buat.
    Untungnya, Anda dapat dengan mudah mematikan Aero Snap. Klik Start dan pilih Control Panel. Klik Ease of Access Center. Klik Make the mouse easier to use. Beri tanda centang Prevent windows from being automatically arranged when moved to the edge of the screen. Klik OK. 
    Readmore → Tweak Windows 7, Mengatur Banyaknya Recent Items, Menyesuaikan Places Bar, Mengunci Konfirmasi Hapus

    Pengertian Exposure, Fotografer, Aperture, Shutter Speed, Kecepatan Rana, Mode Camera, Memperbesar Subjek Foto

    Pengertian Exposure, Fotografer, Aperture, Shutter Speed


    Exposure

    Tugas utama fotografer adalah mengendalikan exposure. Yang dimaksud dengan exposure adalah aksi membuat sebuah foto, dan juga berarti kuantitas cahaya yang jatuh ke film atau sensor gambar yang terletak di dalam kamera. Exposure akan menentukan seberapa terang atau gelap hasil foto.

    Fotografer dapat mengendalikan kuantitas cahaya yang masuk ke dalam kamera dengan mengendalikan beberapa variabel yaitu: Aperture (Bukaan lensa), Shutter speed (kecepatan rana) dan ISO (sensitivitas sensor imaji kamera). Kombinasi dari ketiganya akan menentukan gelap terang sebuah foto.

    Aperture/Bukaan/Diafragma

    Aperture adalah lubang bukaan di lensa tempatcahaya masuk ke kamera.
    Semakin besar bukaan, maka lebih banyak juga cahaya yang masuk. Dalam praktiknya, jika kita ingin hasil foto lebih gelap, kita bisa menutup bukaan, sebaliknya jika ingin foto lebih terang, kita bisa membukanya lebih lebar. Aperture bisa dibayangkan sebagai tirai jendela. Semakin lebar kita membuka tirai, semakin banyak cahaya yang masuk.

    Selain merupakan salah satu cara mengendalikan cahaya yang masuk, bukaan digunakan juga untuk mengendalikan ruang tajam (Depth Of Field/DOF). Yang dimaksud dengan ruang tajam adalah daerah yang terlihat 'tajam' (jelas) di depan dan belakang subjek yang difokuskan.

    Kita mengatakan ruang tajam-nya sempit jika daerah yang terlihat 'tajam' meliputi daerah yang tipis. Misalnya, foto yang latar belakangnya sangat blur. Sebaliknya, kita mengatakan ruang tajamnya luas, jika daerah yang terlihat 'tajam' meliputi daerah yang luas. Misalnya, dalam foto yang dari latar depan sampai latar belakangnya terlihat 'tajam' (jelas).

    Aperture/Bukaan/Diafragma
    Hal yang unik dan sering membingungkan pemula adalah penamaan dalam pengaturan bukaan. Hal ini disebabkan karena angka yang tertera terbalik dengan besarnya bukaan lensa. Satuan bukaan dimulai dengan huruf "f". Angka yang kecil berarti bukaannya besar, angka besar berartibukaan kecil. Contoh: f/1.4, f/2, f/4. f/5.6, f/8, f/16, dan seterusnya. f/1.4 lebih besar dua kali lipat daripada f/2. Dalam fotografi, perbedaan antara f/1.4 dengan f/2 disebut 1 stop.

    Rentang bukaan yang bisa dipilih berbeda-beda, tergantung dari lensa kamera yang dipakai. Sebagian besar lensa kit (lensa yang biasanya dipaketkan dengan kamera saat membeli) memiliki bukaan maksimum sekitar f/3.5 sampai f/5.6. Sebagian besar lensa zoom memiliki maksimum bukaan yang bervariasi, tergantung dari jarak fokus/zoom yang disetel. Misalnya, saat kita menempatkan zoom lensa di 18mm, maka maksimum bukaannya adalah f/3.5, tapi seiring kita zoom-in ke 55mm, maka bukaan maksimalnya berubah menjadi f/5.6.

    Shutter Speed/Kecepatan Rana

    Shutter adalah tirai di depan sensor yang menutupi sensor, dan Shutter speed adalah durasinya. Dengan kata lain, Shutter speed adalah berapa lama tirai itu membuka supaya sensor menerima cahaya yang masuk. Karena berkaitan dengan waktu, satuan shutter speed adalah detik. Saat kita menekan tombol shutter, tirai akan membuka dan cahaya akan masuk ke dalam kamera. Rentang durasi shutter speed tergantung dari kamera yang digunakan. Biasanya kita bisa memilih dari 1/4000 sampai 30 detik. Saat ini, ada juga kamera yang maksimum kecepatannya mencapai 1/8000 detik.

    Di layar LCD kamera, jika Anda menemukan angka 30, itu berarti 1/30 detik. Sedangkan jika melihat ada tanda 'dua petik', seperti 2", itu berarti dua detik.

    Selain mempengaruhi kuantitas cahaya yang masuk, shutter speed juga mempengaruhi foto dalam dua hal:
    1. Shutter speed yang relatif cepat dapat 'membekukan' (freeze) subjek yang bergerak.
    2. Shutter speed yang relatif lambat menangkap gerakan (motion) dan cahaya secara kontinyu.
    Dalam praktiknya, kita mengunakan shutter speed yang cepat untuk membekukan gerakan subjek yang bergerak. Misalnya, pada foto liputan olahraga (lari, sepakbola, lompat, dan Iain-lain). Sebaliknya, kita mengunakan shutter speed yang lambat untuk merekam efek gerak atau cahaya, seperti dalam merekam pergerakan air terjun atau cahaya mobil yang sedang melintas.
    Shutter speed 6 detik digunakan untuk menghaluskan gerakan air terjun. Pengaturan bukaan f/8 digunakan untuk ruang tajam yang luas dan ISO 200 untuk hasil foto yang baik.

    ISO

    ISO adalah ukuran sensitivitas sensor terhadap cahaya. Ukuran ISO biasanya dimulai dari angka 100 atau 200 dan akan berlipat ganda sampai 6400 atau lebih besar lagi. ISO dengan ukuran angka kecil berarti sensitivitas terhadap cahaya rendah, ISO dengan angka besar berarti sebaliknya. Semakin tinggi ISO, semakin terang hasil fotonya. Semakin kecil nilai ISO, semakin gelap hasil fotonya. Tentunya dengan syarat bukaan dan shutter speed tidak berubah.

    ISO dengan angka besar atau sering disebut ISO tinggi akan menurunkan kualitas gambar karena munculnya bintik-bintik yang dinamakan noise. Foto akan terlihat berbintik-bintik seperti pasir dan detail yang halus akan hilang. Warna juga akan pudar dan ketajaman menurun. Tapi, untuk kondisi yang sulit, seperti sedikit cahaya di dalam ruangan, ISO tinggi seringkali diperlukan.
    Di era kamera film, ISO dikenal juga dengan ASA. Di zaman film, ASA tergantung dari film yang kita gunakan di dalam kamera. Namun, di zaman sekarang, ISO bisa diubah kapan saja.

    Dengan bermain menggunakan tiga pengaturan dasar kamera, Anda akan bisa membuat foto Anda menjadi gelap, sedang atau terang. Gelap-terangnya hasil akhir dalam foto tentunya tergantung selera Anda.

    MODE KAMERA

    AUTO/FULL AUTO = Mode otomatis
    Kamera akan mengukur cahaya lingkungan (ambient) yang ada, menginterpretasikannya dan kemudian mengatur bukaan shutter speed dan ISO secara otomatis. Ketika kamera merasa kondisi cahaya gelap, maka kamera akan otomatis menyalakan lampu kilat untuk mengkompensasi kekurangan cahaya tersebut. Mode otomatis praktis digunakan kapan saja, tapi mengunakan mode ini berarti Anda kurang bisa mengendalikan pengaturan kamera untuk fotografi kreatif. Misalnya, untuk membuat latar belakang menjadi blur, menghaluskan air terjun, atau merekam gerakan cahaya.

    Beberapa mode di bawah ini sering disebut dengan mode semi-otomatis karena sebagian pengaturan ditentukan fotografer, sisanya ditentukan oleh kamera.

    P = Program Mode

    Seperti mode otomatis, kamera akan menentukan bukaan, shutter speed secara otomatis. Bedanya dengan mode Auto di atas adalah, Anda bisa mengubah kombinasi nilai bukaan dan shutter speed di kamera. ISO juga bisa ditentukan secara independen. Di mode ini, kamera tidak akan menyalakan lampu kilat meskipun kondisi lingkungan cukup gelap, dan kita bebas mengatur beberapa pengaturan kamera lainnya seperti white balance dan kompensasi eksposur.

    A / Av = Aperture Priority

    Di mode ini, kita menentukan besarnya bukaan lensa, lalu kamera menentukan shutter speed (kecepatan) dan ISO yang sesuai. Mode ini termasuk mode favorit saya, karena mempermudah saya untuk menentukan ruang tajam. Contoh, jika saya sedang memotret foto portrait, dan saya ingin latar belakangnya kabur, maka saya akan menyetel.

    Ruang Tajam

    Secara teknis, mengambil gambar dengan sudut lebar juga memberikan beberapa manfaat. Pertama, ruang tajam lebih luas daripada kita menembak di sudut normal atau telefoto. Ini sangat membantu ketika kita mengambil foto kelompok orang dalam situasi cahaya yang redup. Karena dengan bukaan yang lebih besar daripada lensa telefoto, kita bisa mendapatkan foto yang tajam dari ujung ke ujung.

    Karena jarak fokus yang pendek, kita dapat mengambil foto dengan shutter speed lebih lambat dan masih mendapatkan gambar yang tidak blur bila subjek tidak bergerak. Sebagai contoh, ketika mengambil gambar di 28mm, kita bisa memotret dengan kecepatan 1/30 detik tanpa blur. Dengan teknologi stabilisasi gambar (IS, VR, OS, dll), Anda bahkan bisa membut foto dengan shutter speed yang lebih lambat lagi.

    Hal ini membantu mengumpulkan cahaya lebih banyak. Di sisi lain, jika mengambil gambar dengan lensa telefoto seperti 100mm, kita membutuhkan setidaknya 1/100 atau 1/160 detik untuk menjaga foto bebas dari blur akibat goyangan kamera.

    Tantangan

    Jika digunakan secara tidak tepat, lensa sudut lebar dapat membuat distorsi yang tidak diinginkan. Wajah bisa lebih lebar dan hidung menjadi lebih besar dari kenyataan. Ketika membuat foto pemandangan, pemotretan di sudut lebar rentan terhadap flare (pantulan cahaya) dan penyimpangan warna [chromatic abberation).

    Tapi mungkin kesalahan yang dibuat pemula adalah memasukkan latar belakang yang terlalu banyak, sehingga mengalihkan perhatian pemirsa dari subjek utama. Akibatnya, subjek yang dipotret menjadi terlihat kecil. Hal semacam ini bisa dihindari dengan mendekati subjek foto atau mengunakan lensa dengan jarak fokus yang lebih panjang/telefoto.

    Tetapi ketika kita mendekati subjek, sudut pandang akan berubah secara dramatis dan distorsi akan muncul. Jadi, perlu mencari posisi yang tepat untuk meminimalisir efek distorsi atau membuat distorsi bekerja untuk kita. Misal, kita dapat menggunakannya untuk mengambil potret wajah anak-anak yang lucu.

    Secara pribadi, saya pikir tantangan mengunakan lensa lebar adalah hal yang baik karena memaksa kita untuk menjadi seorang fotografer yang lebih baik. Tantangan yang cukup akan membuat kita termotivasi dan meningkatkan kualitas fotografi Anda. Bila melakukannya dengan benar, niscaya foto kita akan lebih menonjol daripada hasil fotografer yang lain.

    Memperbesar subjek foto

    Sifat yang paling menonjol dari lensa telefoto adalah kemampuan untuk membesarkan subjek di kejauhan. Sifat ini membuat lensa telefoto menjadi sering digunakan untuk fotografi olahraga, satwa liar, arsitektur, pemandangan atau subjek lain saat kita tidak bisa mendekati lebih dekat lagi. Lensa telefoto juga ideal untuk mengambil gambar secara candid, karena kita bisa mengambil gambar dari kejauhan tanpa diketahui oleh orang yang diambil gambarnya.

    Makro atau close-up

    Meskipun kita bisa memperbesar subjek foto di kejauhan, tapi sebagian besar lensa telefoto tidak sesuai untuk memperbesar subjek dari jarak dekat (makro fotografi). Hal ini disebabkan karena banyak lensa telefoto tidak bisa fokus dekat dengan subjek foto. Solusi atas hal ini adalah memakai lensa telefoto khusus untuk fotografi makro, seperti Canon EF 100mm f/2.8 USM, atau Nikon 85mm f/3.5 DX VR.
    Ruang tajam yang tipis
    Semakin jauh jarak fokus yang digunakan, daerah yang tidak fokus di foto (latar belakang misalnya) menjadi semakin buram. Karena karakter ini, lensa telefoto banyak digunakan untuk foto portrait. Karena ini bisa membuat orang yang melihat foto lebih fokus melihat subjek foto daripada latar belakang.
    Dengan jarak fokus tele yaitu 170mm, bisa membuat latar belakang burung hantu menjadi blur, f/5,1/250, ISO 2000

    Efek Kompresi

    Karakter lain dari lensa telefoto adalah menghasilkan foto yang terlihat terkompres. Latar belakang dan subjek foto terlihat lebih dekat dari kenyataannya. Foto terkesan dua dimensi. Maka dari itu, banyak fotografer memilih lensa lebaruntukfotopemandangan, karena lensa lebarmembuat foto menjadi berkesan tiga dimensi.
    Meskipun demikian, kadang-kadang lensa telefoto lebih baik daripada lensa lebar untuk foto pemandangan. Misalnya, lensa telefoto dapat membuat bulan atau matahari lebih besar dari pandangan mata telanjang, sehingga membuat pemandangan menjadi lebih dramatis. Lensa telefoto juga bisa membuat latar belakang seperti pegunungan menjadi lebih dekat dan lebih besar daripada sesungguhnya.

    Portrait


    Seperti yang saya bahas sebelumnya, lensa telefoto cukup populer bagi foto portrait, terutama foto close-up atau foto dari kepala hingga bahu. Lensa telefoto bisa membuat seseorang menjadi lebih menarik, karena lensa ini bisa mengeliminasi distorsi wajah. Dan karena ruang tajam yang tipis, portrait wanita menjadi menarik karena efek lembut yang ditimbulkan. Di lapangan, banyak fotografer fashion yang mengunakan lensa telefoto yang sangat panjang seperti lensa 200mm atau lebih panjang lagi.

    Lensa telefoto populer untuk portrait, karena distorsinya hampir tidak ada dan proporsi vvajah terlihat lebih baik. Jarak fokus lensa favorit saya adalah 85mm. Talent: Senja Brinkley
    Foto grup
    Banyak orang percaya bahwa untuk mengambil foto grup—terutama yang memuat banyak orang—memerlukan lensa lebar. Masalahnya, lensa lebar membuat distorsi terutama di pinggiran foto. Menurut saya, mengunakan lensa telefoto untuk foto grup lebih baik.

    Ketika kita mengambil foto grup yang berukuran besar dan bertingkat-tingkat, lensa telefoto menjadi lebih berguna karena wajah orang-orang di belakang akan terlihat kurang lebih sama besar daripada orang di depan. Bila kita mengunakan lensa lebar, maka foto orang yang di barisan belakang akan terlihat jauh lebih kecil daripada orang-orang di barisan depan, kecuali bila kita mengambil foto dari ketinggian.

    Lensa telefoto mengeliminir distorsi sehingga bentuk badan dan vvajah orang yang paling pinggir tidak berubah. 120mm, ISO 640, f/6.3,1/80 detik. 

    Tantangan dalam mengunakan lensa telefoto

    Ada beberapa tantangan saat memakai lensa telefoto. Pertama, akan lebih sulit membuat kamera dan lensa stabil sehingga foto yang dihasilkan tidak kabur/buram. Hal ini karena ukuran lensa telefoto yang relatif lebih besar dan berat dari lensa lebar. Untuk pengambilan foto yang sempurna, kita akan memerlukan tripod atau meningkatkan shutter speed dan ISO sesuai dengan kebutuhan.

    Tantangan kedua adalah ukuran yang besar dan berat. Akan lebih menyulitkan membawa lensa telefoto dalam perjalanan jauh. Kita juga akan menarik perhatian orang bila menenteng lensa telefoto yang panjang.

    Tantangan ketiga yaitu luas ruangan. Kita memerlukan tempat yang cukup luas supaya lensa telefoto bisa berfungsi dengan baik. Misalnya, kita memerlukan kurang lebih tiga meter bila ingin foto close-up dengan mengunakan lensa telefoto 85mm. Bila mengunakan lensa yang lebih panjang lagi, seperti 100 atau 200mm, kita memerlukan ruang yang lebih besar lagi. Sebagian besar lensa telefoto juga memiliki minimum jarak fokus yang cukup jauh, yaitu di atas 1 meter, kecuali lensa makro.

    Kekurangan terakhir adalah harga, banyak lensa telefoto dijual dengan harga lebih mahal dari lensa lebar, terlebih untuk lensa telefoto yang berbukaan besar dan memiliki fitur peredam getar (image stabilization/ vibration reduction). Parahnya, lensa telefoto lebih memerlukan fitur-fitur ini daripada lensa lebar.

    Lensa standar
    Lensa standar adalah lensa sederhana yang dipakai oleh banyak fotografer terkenal di masa lalu dan masa kini. Kenapa lensa standar populer? Ada beberapa alasan utama, salah satunya adalah banyak lensa dioptimalkan di jarak fokus 50mm, sehingga kualitas foto di jarak fokus 50mm biasanya lebih baik dari jarak fokus lainnya. Lalu pilihan lensa 50mm juga banyak dengan harga yang relatif terjangkau.

    Lensa standar memiliki jarak fokus sekitar 40-60mm (ekuivalen dalam format kamera 35mm). Yang paling populer tentunya adalah 50mm.

    Pada zaman dahulu, tidak banyak pilihan lensa berkualitas tinggi, sehingga banyak fotografer terkenal di masa lalu mengandalkan lensa 50mm untuk pekerjaan mereka. Salah satu pengguna lensa 50mm adalah Henri Cartier-Bresson, bapak fotografer foto jurnolis dan street photography.
    Untuk kamera DSLR di pasaran yangmengunakan ukuran sensor yang lebih kecil dari kamera berformat 35mm/full frame, maka untuk memperoleh sudut pandang seperti lensa standar 50mm, bisa dicapai dengan:

    Kamera DSLR Canon : 28mm atau 30mm Kamera DSLR Nikon :35mm Kamera DSLR Olympus : 25mm

    Lensa 50mm ini cukup banyak tersedia di pasaran, dengan berbagai variasi dan harga yang relatif terjangkau dibandingkan dengan lensa zoom. Biasanya, semakin besar maksimum bukaannya, semakin mahal harganya.

    Sifat lensa 50mm

    Karakter lensa berjarak fokus 50mm adalah bebas dari distorsi seperti pada lensa lebar atau telefoto. Maka dari itu, sering saya sebut 'lensa jujur' karena apa yang dilihat seperti apa yang ada di foto.

    Untuk keperluan foto makro atau close-up, lensa 50mm tidak begitu baik karena rasio perbesaran hanya .15. Tapi ada juga lensa 50mm yang memiliki fitur makro, sehingga rasio perbesarannya mencapai .5. Contohnya adalah lensa Canon 50mm f/2.5 Macro. Atau alternatif lain adalah mengunakan reversal ring atau extension tube. 

    Karena konstruksi lensa standar yang jarak fokusnya tunggal tidak serumit lensa zoom, maka lensa ini tidak seberat dan sebesar lensa zoom. Akibatnya lebih enak dibawa ke mana saja tanpa memberatkan kita.
    Penggunaan lensa standar

    Meski tidak bisa zoom, lensa standar cocok untuk berbagai fotografi contohnya portrait manusia, karena bukaan maksimumnya yang besar, maka mudah membuat latar belakang menjadi 'kabur'. Jarak fokus 50mm juga cukup baik untuk portrait di dalam dan di luar ruangan.

    Foto aksi teater yang diambil dengan lensa standar. Hasil foto dengan lensa standar menyerupai pandangan mata manusia.

    Lensa standar juga cocok untuk merekam kehidupan jalanan sehari-hari, foto jurnalisme, dan fotografi acara. Hal ini karena lensa standar tidak begitu lebar, sehingga orang-orang tidak begitu memperhatikan saat Anda merekam foto.
    Motret basket di samping lapangan dengan lensa 50mm dipasang di kamera bersensor APS-C, Canon EOS 40D, ISO 800, f/2.5,1/500 detik.

    Teknologi IS
    Sejak lima tahun yang lalu, teknologi image stabilization (peredam getar) mulai dikembangkan dan diikutsertakan dalam lensa. Teknologi ini sangat membantu terutama untuk mencegah foto menjadi kabur saat mengunakan shutter speed rendah akibat kamera bergoyang.

    Teknologi ini cukup berguna, terutama untuk lensa telefoto, tapi teknologi ini juga membuat lensa menjadi lebih mahal dan sedikit lebih berat. Meski bersifat seperti pengganti tripod, tapi teknologi ini masih cukup jauh dalam menggantikan fungsi tripod.

    Teknologi auto-focus

    Teknologi auto-focus lensa juga semakin berkembang. Dahulu autofocus, terutama untuk lensa zoom lambat, tidak akurat dan menimbulkan bunyi yang mengganggu saat diaktifkan, namun sekarang lensa autofocus menjadi lebih cepat, akurat, dan tidak bersuara.

    Lensa di era fotografi digital - tidak semua lensa sama

    Pada era sebelum kamera DSLR, lensa dirancang khusus untuk memuat film berformat 35mm/full frame. Tapi di era kamera DSLR, banyak yang memiliki sensor gambar lebih kecil dari ukuran film kamera 35mm. Maka dari itu, banyak produsen lensa yang membuat lensa berdiameter lebih kecil untuk menghemat ongkos produksi dan menekan harga jual.

    Salah satu contoh lensa EF-S Canon 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM

    Lensa-lensa yang berukuran lebih kecil ini mempunyai harga lebih murah, tapi tidak cocok digunakan untuk kamera bersensor full-frame atau kamera film analog. Tapi, lensa kamera analog atau full-frame bisa dipakai di kamera DSLR yang bersensor lebih kecil. Hal ini karena diameter lensa yang besar mampu menutupi semua bagian sensor gambar atau film.

    Maka dari itu, jika Anda berencana untuk mengunakan kamera full-frame atau kamera film berdampingan dengan kamera digital, maka lebih bijak memilih lensa yang cocok.

    Selain perbedaan ukuran diameter lensa, lensa-lensa modern untuk DSLR banyak yang tidak memiliki cincin untuk mengatur bukaan, sehingga pengaturan bukaan harus dilakukan melalui kamera digital.

    Lensa khusus
    Fisheye

    Lensa fisheye (mata ikan) adalah lensa yang sangat lebar. Lensa fisheye populer karena menghasilkan distorsi yang ekstrim sehingga gambar terlihat unik.


    Canon 8-i5mm f/4 L USM Fisheye

    Jarak fokus lensa fisheye untuk kamera DSLR full-frame yaitu sekitar 8-10mm. Di jarak fokus ini, gambar yang dihasilkan akan berbentuk seperti bulatan. Sedangkan pada jarak fokus 15-16mm, gambar yang dihasilkan akan berbentuk persegi panjang seperti biasa, tapi distorsi tetap terlihat sangat berlebihan.

    Banyak lensa fisheye yang tersedia untuk kamera DSLR. Karena lensa ini termasuk lensa khusus dan lebih sulit dibuat daripada lensa biasa, maka harganya pun biasanya relatif tinggi. Di pasaran, tersedia lensa fisheye yang memiliki jarak fokus tetap dan juga tersedia dalam bentuk lensa zoom.
    Contoh hasil lensa fisheye yang bulat. 8mm, f/4,1/40 detik, ISO 200.


    Lensa makro

    Lensa makro/mikro berbeda dengan lensa-lensa lain karena iensa makro dapat fokus relatif dekat dengan subjek foto. Lensa makro murni memiliki perbesaran 1:1, artinya ukuran subjek sama dengan ukuran sensor kamera atau film. Kalau kita foto sebuah penggaris, 1cm di penggaris akan sama dengan 1cm yang ditangkap di sensor kamera.

    Lensa makro dengan pembesaran 1:1 biasanya ditemui di lensa fix/ prime atau lensa yang tidak bisa zoom.

    Beberapa contoh jenis lensa makro berdasarkan jarak fokusnya:
    Lensa yang berukuran 50-70mm (biasanya untuk foto produk atau benda kecil di dalam studio).
    Lensa yang berukuran 100mm (biasanya untuk outdoor, seperti foto serangga, bunga).
    Lensa yang berukuran 150-200mm (biasanya untuk outdoor, untuk serangga atau binatang kecil yang sulit di dekati).
    Readmore → Pengertian Exposure, Fotografer, Aperture, Shutter Speed, Kecepatan Rana, Mode Camera, Memperbesar Subjek Foto

    Jenis-Jenis Camera Pengintai dan Fungsinya

    Jenis-Jenis Camera Pengintai dan Fungsinya


    Camera bisa menjadi mata-mata atau memantau gerak-gerik sesuatu. Berikut ini Jenis-jenis Camaera CCTV


    Jenis-Jenis Camera Pengintai dan Fungsinya
    PTZ Camera
    Dome Camera

    Bullet Camera

    Box Camera

    Board Camera

    Day atau Night Camera

    Spy Camera

    IP atau Network Camera

    Wirelss Camera

    HD (High-Devinition Camera

    Outdoor Camera

    Varifocal Camera

    Infrared Camera

    Readmore → Jenis-Jenis Camera Pengintai dan Fungsinya

    Camera CCTV, Peralatan, Perlengkapan CCTV, Closed, Circuit, Television

    Camera CCTV Apasih?


    Camera CCTV. Apaansih? Untuk apasih? Gimanasih? Mahal nggaksih ?. Demikian pertanyaan yang terlintas jika mendengar kata-kata Camera CCTV  "Closed Circuit Television". Dalam bahasa Inggris Closed Circuit Television maksudnya adalah sebuah camera dengan tujuan untuk mengintai, merekam gambar serta suara, ke dalam sebuah monitor yang bisa dilihat pada layar televisi yang terhubung pada camera, kemudian hasil rekaman tersebut bisa disimpan dengan alat yang bernama DVR, yang di dalamnya terdapat hardisk sebagai penyimpan data yang kemudian bisa di olah menjadi file video.

    Nah Anda pengen nggak membuat pengawas untuk rumah, kantor, toko atau kebon barang kali??? Ya semua itu bisa dilakukan dengan Camera CCTV. Alat elektronik ini secara diam-diam akan bekerja memantau aktivitas di sekitar ruangan yang terlihat olehnya, kemudian anda dapat melihat hasil kerjanya pada sebuah layar televisi yang bisa disimpan hasil kerjanya, jika suatu saat anda dibutuhkan sebagai bukti atau petunjuk dalam mengungkap suatu kejadian. 
    Misalnya ada kemalingan di toko anda? anda bisa melihat hasil rekaman Camera CCTV kira-kira siapa malingnya, apakah maling itu orang dalam atau orang luar. Walaupun tidak dapat nangkap maling tapi Camera CCTV dapat mengkap bayangan maling jika lewat di depan si campeng (camera pengintai). inilah diantara kegunaan Camera CCTV.

    Nah buat anda yang tertarik untuk memasang Camera CCTV inilah alat dan perlengkapan  yang diperlukan. Sebenarnya anda tak perlu beli satu-satu cukup serahin aja pada penyedia layanan semuanya akan beres. Sebagai info aja inilah alat-alatnya :

    Peralatan dan Perlengkapan Camera CCTV
    1. Layar Televisi (Monitor).
    Sebagai perlengkapan yang utama sekali dalam melakukan instalasi Camera CCTV adalah adalah  monitor,  untuk jenis dan mereknya tak penting istimewa banget.  Apakah semua LCD atau CRT atau tabung bisa digunakan jawanya Ya, asal memiliki koneksi kabel coaxial maka monitor tersebut bisa di pakai. Fungsi dari monitor ini nantinya untuk menampilkan tayangan gambar dari camera. Dimonitor visual ini ,  tidak hanya bisa menampilkan satu kamera saja tetapi bisa juga banyak seperti dua atas dua bawah, atau tergantung dari berapa banyak camera yang aktif., Tip untuk pembagian visual ini harus memperhatikan diameter monitor yang dipakai, jangan terlampau kecil jika akan membagi menjadi empat bagian dari empat kamera CCTV. Usahakan minimal ukuran layar 14 inci lebih besar lebih asyik.
    Layar Televisi (Monitor).

    2. Video Recorder Digital (DVR)

    Daftar Perlengkapan Camera CCTV Wajib Ada Saat Instalasi Video-Recorder-Digital
    Perlengkapan jenis ini berfungsi sebagai penyimpan data visual untuk direkam kemudian diubah menjadi video dan bisa dimunculkan pada televisi atau monitor. Format file ekstensi untuk hasil rekam beragam, GCIF, MPEG4 dan AVi, jadi Anda mudah menentukan mana yang akan Anda gunakan, dan umumnya kapasitas penyimpanan sekitar 100GB lebih dan bisa diupgrade hingga 1 terabyte.
    Harga DVR berkisar 1 jutaan

    Video Recorder Digital (DVR)


    3. Camera CCTV

    Daftar Perlengkapan Camera CCTV Wajib
    Ada Saat Instalasi CCTV-Camera-Jenis-Fixed-Dome
    Inilah perlengkapan wajib ada saat hendak melakukan instalasi, tanpa alat ini maka gambar yang dihasilkan tidak ada. Untuk menentukan jenis Camera CCTV, berikut beberapa yang bisa Anda pilih;
    – Fixed Dome
    – IP Camera
    – Wireless Camera
    – Pan/ Tilt/ Zoom Camera
    Pemilihan ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda, dan apabila hendak menggunakan semua jenis inipun tidak masalah. Namun, Anda juga sebaiknya mempertimbangkan spesifikasi dan sensor yang dimiliki setiap kamera, seperti;
    – CCD
    – TV Lines
    – LUX
    – Varifocal
    – DLL
    Dan pada dasarnya semua jenis masuk dalam kategori baik, hanya saja disesuaikan dengan baik dari segi jarak pantau objek dengan camera, kemudian output visual monitor dan alat pengolah gambar atau perekamnya. Jika beberapa hal tersebut diperhatikan, termasuk perawatan setiap perangkat maka performa perlengkapan instalasi Camera CCTV bekerja dengan baik meskipun seluruh jenis mengunakan kualitas standar.
    Lihat : [Jangan Asal Beli Camera CCTV]
    Harga Camera CCTV berdasarkan jenisnya berkisar 100 ribu – 1 jutaan

    CCTV Camera

    4. Adapter dan Power Supply
    Daftar Perlengkapan Camera CCTV Wajib Ada Saat Instalasi
    Adapter-dan-Power-Supply-CCTV
    Pada alat ini Anda bisa menggunakan jenis adapter dan power supply apa saja dan merk apa saja, sejauh sesuai dengan daya yang cocok dengan perangkat camera, monitor dan sebagainya. Umumnya tegangan yang digunakan untuk kamera pengintai ini adalah 12v DC, 24v AC-DC.
    Harga adapter dan power supply berkisar 300 ribu – 1 jutaan
    Adapter dan Power Supply


    5. Kabel Power

    Daftar Perlengkapan Camera CCTV Wajib Ada Saat Instalasi

    Kabel-Power-CCTV-dan-Coaxial-Kabel-RG-59

    Untuk jenis kabel ini Anda bisa menyesuaikan daya yang diperlukan oleh perangkat lain atau AC 220v ke adaptor dan power supplay, hati-hati dan jangan terbalik. Untuk jenis kabel Anda bisa menggunakan 2×1,5mm dan 3,25mm disertai dengan instalasi pipa high impact conduit agar lebih aman.
    Harga kabel power kedua jenis ini berkisar antara 10 – 15 ribuan
    Kabel Power


    6. Crimp Kabel

    Daftar Perlengkapan Camera CCTV Wajib Ada Saat Instalasi
    Crimp-Kabel
    Ini adalah salah satu alat utama wajib ada dalam daftar perlengkapan Camera CCTV Crimp merupakan sebuah tang pemotong kabel, keunikannya yang tak dimiliki jenis tang lain adalah, Crimp khusus di desain untuk memasang konektor BNC pada kabel coaxial. Anda bisa tidak menggunakan alat ini namun agak sukar, jika menggunakan ini maka tyerlihat lebih rapih dan cepat.
    Harga tang crimp kabel coaxial ini berkisar 100 – 300 ribuan
    Crimp Kabel


    7. Kabel Coaxial

    Seperti yang sebelumnya disebutkan, kabel ini merupakan perantara sinyal video yang direkam melalui kamera pengintai, jenisnya ada beberapa, diantaranya adalah;
    Daftar Perlengkapan Camera CCTV Wajib Ada Saat Instalasi
    Kabel-Coaxial-Berbagai-Jenis
    – RG-59, untuk penggunaan jarak sekitar 750 kaki
    – RG-6, untuk penggunaan jarak 1000 kaki
    – RG-11, untuk penggunaan 1500 kaki atau lebih
    Harga kabel coaxial satu rol berkisar 1 – 10 jutaan
    Kabel Coaxial


    8. Konektor RF
    Daftar Perlengkapan Camera CCTV Wajib Ada Saat Instalasi
    Bayonet-Neil-Concelman-(BNC)
    Konektor RF


    Biasanya ini disebut sebagai bayonet neil concelman (BNC), berfungsi sebagai penghubung antara Camera CCTV dengan Alat perekam (DVR) atau langsung ke monitor. Sebagai daftar perlengkapan Camera CCTVwajib ada saat instalasi tentu ini tak kalah penting dengan alat lainnya.
    Harga konektor RF atau BNC ini berkisar 15 ribuan.
    Bagaimana, apakah masih tertarik untuk memasang perlengkapan Camera CCTV? Tak perlu berpatokan dengan harga mahal, seperti yang sebelumnya Kami utarakan bahwa jika pemasangan sesuai dan pas maka dengan perlengkapan standar maka kualitas hasil dan kinerja bisa lebih baik ketimbang menggunakan perangkat mahal. Semoga daftar perlengkapan Camera CCTV wajib ada saat instalasi ini berguna untuk Anda.

    Sumber : Raralinews

    Readmore → Camera CCTV, Peralatan, Perlengkapan CCTV, Closed, Circuit, Television
    Copyright © My Progkom. All rights reserved.